Lead, Bagian Penting dalam Tulisan
Q : Apa, sih, yang dimaksud lead?
A: Lead adalah pembuka tulisan. Fungsi utamanya adalah untuk memancing ketertarikan (teaser) pembaca agar mau menelusuri tulisan yang disuguhkan.
Q: Lead itu apa saja macamnya?
A: Banyak. Kira-kira seperti ini:
1. Lead ikhtisar, berisi kesimpulan seluruh isi tulisan. Lead ini cenderung dihindari karena membuat pembaca bisa kehilangan selera karena sudah tahu kesimpulan akhir tulisan. Apalagi jika kesimpulan itu biasa-biasa saja. Misalnya : sungguh malang nasib koruptor yang tertangkap, sudah dipenjara, keluarga dirundung malu pula (la, memang harusnya begitu, kan. Kalimat ini tidak mengundang pembaca ingin tahu lebih jauh)
2. Lead Deskripsi. Memaparkan suasana yang menjadi latar sebuah kejadian. Penulis menjadi kepanjangan mata, telinga, dan seluruh indra bagi pembaca. Misalnya: Awan bergulung-gulung di Lhok Nga, senja itu. Ombak berkejaran. Pohon nyiur melenggok ditiup angin. Suasana misterius tercipta.
3. Lead Narasi. Menceritakan, merekonstruksi, sebuah peristiwa. Misalnya: Azwar Hasan mengenang sepenggal sore yang akan menjadi titik balik dalam hidupnya (lihat Tersindir Abang Becak).





Wartawan Tempo sejak 1998. Menjelajah berbagai desk, antara lain ekonomi, nasional, kesehatan, sains, gaya hidup, dan investigasi. Sejak Januari 2009 ditugasi menjadi Direktur Eksekutif Institut Tempo, sebuah lembaga yang dicita-citakan menjadi pusat pengembangan jurnalistik di Indonesia. Lulusan Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tahun 1996. Setelah lulus kuliah, bergabung dengan Majalah Warta Ekonomi (1996) sebagai staf riset dan kemudian menjadi reporter di majalah Panji Masyarakat (1997).