Posts Tagged ‘Menulis’

Pengumuman Pemenang Lomba Blog “Ayo, Menuliskan Aceh di Internet!”

Menindaklanjuti rangkaian seminar “Ayo Menuliskan Aceh di Internet” yang telah dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bumi pada 22 April 2009 di Banda Aceh, maka Komunitas Aceh Blogger dengan didukung oleh Ford Foundation, Global Environment Facility – Small Grants Programme Indonesia, Airputih Palapa, Institut Tempo, dan Aceh Information Technology Development menggelar acara Lomba Blog “Ayo Menuliskan Aceh di Internet”.

Lomba blog ini diumumkan pada 22 April 2009 sewaktu seminar berlangsung serta 23 April 2009 di blog http://acehjourney.net dengan tenggat waktu pengiriman data lomba sempat diundur dari 10 Mei 2009 menjadi 25 Mei 2009. Selama masa lomba tersebut, Panitia Lomba menerima 61 naskah dari 48 peserta. Berdasarkan seleksi dari Dewan Juri yang terdiri dari :

  1. Mardiyah Chamim, Jurnalis Tempo, Penulis Buku “Sejarah Tumbuh di Kampung Kami, Catatan dari Aceh, Jantung Zona Panas Tsunami
  2. Wicaksono, Jurnalis Tempo, Tokoh Blogger dan Mantan Ketua Panitia Pesta Blogger Nasional 2008, penulis buku “Ngeblog dengan Hati”.
  3. Fakhrurradzie Gade, Reporter acehkita.com, Editor ACEHKINI Magazine, dan Stringer The Associated Press

Ditetapkan pemenang Lomba Blog adalah sebagai berikut:

Read the rest of this entry →

Rekap Daftar Peserta Lomba Blog

Setelah seminar yang dilaksanakan, maka Lomba Blog Ayo Menuliskan Aceh di Internet! sudah ditutup pada tanggal 25 Mei 2009 tepat pada jam 24:00 WIB.

Dari hasil rekapan yang telah dilakukan panitia lomba, tercatat ada 48 orang yang mengikuti lomba dengan total tulisan sebanyak 60 buah URL/tulisan. Bagi para peserta lomba yang namanya belum tercantum dalam daftar ini atau ada informasi yang kurang jelas, mohon segera menghubungi panitia di info@acehjourney.net.

Read the rest of this entry →

Lead, Bagian Penting dalam Tulisan

Q : Apa, sih, yang dimaksud lead?

A: Lead adalah pembuka tulisan. Fungsi utamanya adalah untuk memancing ketertarikan (teaser) pembaca agar mau menelusuri tulisan yang disuguhkan.

Q: Lead itu apa saja macamnya?

A: Banyak. Kira-kira seperti ini:

1. Lead ikhtisar, berisi kesimpulan seluruh isi tulisan. Lead ini cenderung dihindari karena membuat pembaca bisa kehilangan selera karena sudah tahu kesimpulan akhir tulisan. Apalagi jika kesimpulan itu biasa-biasa saja. Misalnya : sungguh malang nasib koruptor yang tertangkap, sudah dipenjara, keluarga dirundung malu pula (la, memang harusnya begitu, kan. Kalimat ini tidak mengundang pembaca ingin tahu lebih jauh)

2. Lead Deskripsi. Memaparkan suasana yang menjadi latar sebuah kejadian. Penulis menjadi kepanjangan mata, telinga, dan seluruh indra bagi pembaca.  Misalnya: Awan bergulung-gulung di Lhok Nga, senja itu. Ombak berkejaran. Pohon nyiur melenggok ditiup angin. Suasana misterius tercipta.

3. Lead Narasi. Menceritakan, merekonstruksi, sebuah peristiwa. Misalnya:  Azwar Hasan mengenang sepenggal sore yang akan menjadi titik balik dalam hidupnya (lihat Tersindir Abang Becak).

Read the rest of this entry →

Kerangka Tulisan (contoh tulisan Fadli)

Halo semua, mari kita lanjutkan tutorial menulis.  Seperti saya janjikan pekan lalu, topik kali ini adalah “Kerangka Tulisan” atau outline.

Q : apa sih kerangka tulisan atau outline?

A : Kerangka tulisan atau outline adalah panduan utama untuk menulis. Pokok pikiran pada alinea demi alinea kita rencanakan dengan rapi. Apa yang akan kita ungkapkan pada alinea pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Tujuannya,  supaya tulisan mengalir lancar, fokus, dan tidak melenceng dari angle yang kita pilih.

Q: Kenapa harus repot-repot bikin kerangka tulisan?

A: Tidak harus. Outline hanya salah satu tools, alat untuk membantu kita menulis. Sebetulnya, tanpa ditulis dalam bentuk kerangka tulisan, pikiran kita sudah otomatis membayangkan paragraf demi paragraf yang akan kita tulis. Penulis yang sudah jago, apalagi, dia sudah bisa merancang rapi outline tulisannya hanya dengan membayangkan saja. Cukup berpikir di awang-a ang, tak perlu  repot menulis atau mengetik outline di komputer. Tapi, tidak semua orang punya keistimewaan merancang outline hanya dengan berpikir di awang-awang.

Q : Apa gunanya outline?

A : Menuliskan outline sangat berguna untuk banyak kondisi, misalnya

  1. penulis pemula yg sedang mengasah kemampuan menulis,
  2. penulis senior pun membutuhkannya, terutama untuk topik tulisan yang kompleks dan membutuhkan konsentrasi dan perenungan mendalam,
  3. untuk mendokumentasikan ide.  Sering kali kita tidak punya waktu yang luas untuk menulis sebuah ide saat itu juga. Pada saat seperti itu, kita bisa mmebuat outline singkat yang akan dieksplorasi begitu kita punya waktu.

Read the rest of this entry →