Rekap Daftar Peserta Lomba Blog

Setelah seminar yang dilaksanakan, maka Lomba Blog Ayo Menuliskan Aceh di Internet! sudah ditutup pada tanggal 25 Mei 2009 tepat pada jam 24:00 WIB.

Dari hasil rekapan yang telah dilakukan panitia lomba, tercatat ada 48 orang yang mengikuti lomba dengan total tulisan sebanyak 60 buah URL/tulisan. Bagi para peserta lomba yang namanya belum tercantum dalam daftar ini atau ada informasi yang kurang jelas, mohon segera menghubungi panitia di info@acehjourney.net.

Read the rest of this entry →

Lead, Bagian Penting dalam Tulisan

Q : Apa, sih, yang dimaksud lead?

A: Lead adalah pembuka tulisan. Fungsi utamanya adalah untuk memancing ketertarikan (teaser) pembaca agar mau menelusuri tulisan yang disuguhkan.

Q: Lead itu apa saja macamnya?

A: Banyak. Kira-kira seperti ini:

1. Lead ikhtisar, berisi kesimpulan seluruh isi tulisan. Lead ini cenderung dihindari karena membuat pembaca bisa kehilangan selera karena sudah tahu kesimpulan akhir tulisan. Apalagi jika kesimpulan itu biasa-biasa saja. Misalnya : sungguh malang nasib koruptor yang tertangkap, sudah dipenjara, keluarga dirundung malu pula (la, memang harusnya begitu, kan. Kalimat ini tidak mengundang pembaca ingin tahu lebih jauh)

2. Lead Deskripsi. Memaparkan suasana yang menjadi latar sebuah kejadian. Penulis menjadi kepanjangan mata, telinga, dan seluruh indra bagi pembaca.  Misalnya: Awan bergulung-gulung di Lhok Nga, senja itu. Ombak berkejaran. Pohon nyiur melenggok ditiup angin. Suasana misterius tercipta.

3. Lead Narasi. Menceritakan, merekonstruksi, sebuah peristiwa. Misalnya:  Azwar Hasan mengenang sepenggal sore yang akan menjadi titik balik dalam hidupnya (lihat Tersindir Abang Becak).

Read the rest of this entry →

Tersindir Abang Becak

Berawal dari dana patungan, Forum Bangun Aceh mengembangkan dana bergulir dengan aset Rp 4 miliar. Sengaja menghindari lembaga donor besar.

Azwar Hasan mengenang sepenggal hari yang menjadi titik balik dalam hidupnya. Sore itu di Lampulo, Banda Aceh, seorang tukang becak mendatanginya sambil menyerahkan setumpuk uang kertas yang kusut dan lembap oleh keringat. “Bang Azwar, ini Rp 600 ribu, tabungan saya. Tolong berikan kepada korban tsunami yang membutuhkan bantuan,” kata Syarwan, si abang becak.

Kontan Azwar Hasan tertegun. Hati lelaki 37 tahun ini seperti kena setrum. Orang kecil seperti Syarwan–yang keluarga dan hartanya hilang ditelan gelombang tsunami–sanggup memberikan seluruh tabungannya demi menolong sesama. “Saya jadi merasa tersindir hebat. Kenapa, dengan kapasitas yang lebih besar, saya tak bisa berbuat seperti dia?” kata Azwar, yang ketika itu konsultan bergaji ribuan dolar di lembaga donor milik Amerika Serikat, USAID.

Tiga bulan sebelum sore itu, Azwar membelikan sebuah becak bermotor untuk Syarwan. Harga becak itu Rp 12 juta. “Hasil patungan. Ada kawan yang menyumbang Rp 500 ribu, ada yang bantu Rp 100 ribu, ada juga teman dari Eropa yang membantu 100 euro.” Sama sekali tak ada ikatan dalam becak bantuan ini. Syarwan tak perlu membayar angsuran apa pun. Tapi, tanpa diduga, Syarwan memberikan uang yang dia kumpulkan susah payah. “Padahal dia sendiri masih amat membutuhkan uang untuk kembali bangkit setelah tsunami,” kata Azwar, kelahiran Banda Aceh.
Read the rest of this entry →

Berapa Skor BRR Menurut Anda?

Komentar Dudi tentang BRR membuat saya tertarik untuk bertanya kepada teman-teman, berapa sih skor yang teman-teman anggap pantas untuk BRR? Menurut Kuntoro Mangkusubroto, BRR dianggap berhasil melaksanakan tugas rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh – Nias dengan tingkat keberhasilan 90 persen.

Tahun lalu, dalam sebuah perjalanan di Banda Aceh dan Aceh Besar, saya iseng-iseng bertanya soal skor BRR ini kepada orang-orang yang saya jumpai. Ini bukan survei akademik, tapi sekadar survei untuk memenuhi rasa ingin tahu saya. Sumbernya pun hanya 20-an orang. Jadi, sama sekali tidak representatif dan tak bisa diklaim mewakili pendapat masayarakat Aceh pada umumnya.

Nah, dari survei iseng tersebut saya mendapati jawaban yang berpola sebagai berikut:

Read the rest of this entry →