Versi Bahasa Indonesia | English Version

EPILOG – Menuju Aceh Masa Depan

Hanya “tangan Tuhan” yang bisa menuntun pemulihan Aceh dan Nias.

Ketua BRR, Kuntoro Mangkusubroto, gemar memakai jargon ini untuk menggambarkan betapa pemulihan kedua daerah bencana tersebut tak bisa hanya mengandalkan kerja keras. Dibutuhkan ketulusan, kesungguhan, dan barangkali juga, doa. Bekerja dengan pola biasa, apalagi pas bandrol, tidak mungkin bisa membangun Aceh – Nias yang lebih baik.

Di lapangan, saya telah menjumpai relawan, pemimpin lokal, NGO, lembaga donor, wartawan, pejabat, dokter, perawat, yang bekerja tanpa pamrih dengan dedikasi penuh. Boleh dibilang mereka berjuang dalam bimbingan tangan Tuhan. Namun, tak bisa diingkari, banyak pula yang menjadi “parasit tsunami” yaitu mereka yang bekerja serampangan dengan semangat aji mumpung dan ambil untung. Ditambah dengan pemerintahan yang korup dan sistem sosial kita yang serba ringkih semrawut, maka jargon pemulihan dengan “tangan Tuhan” tadi kerap terasa bagai mimpi yang jauh.

Saya memang tak terlibat penuh dalam proses rekonstruksi Aceh, namun dalam setahun terakhir ini, berulang kali saya berkunjung ke Aceh membantu teman-teman melakukan pendampingan masyarakat. Pengalaman, hubungan dan interaksi saya dengan berbagai pihak rasanya cukup untuk memetakan sejumlah persoalan penting dalam proses pemulihan Aceh-Nias.

Unduh EPILOG – Menuju Aceh Masa Depan