Sebuah Jendela Bernama Acehmediacenter
Saya tak menyangka, petaka itu begitu hebat. Ketika pertama kali mendengar beritanya, saya kira ini sama seperti bencana yang lain: gempa bumi, banjir, tanah longsor. Terus terang, kabar tentang tsunami hari itu tak membuat telinga saya “berdering”. Namun keesokan paginya, ketika koran dan televisi gencar menggambarkan kedahsyatannya, saya melongo seperti tak percaya. Telinga saya bukan saja berdering, hati saya juga ikut menjerit.
Pagi itu, sehari setelah tsunami, beberapa teman berdiskusi melalui Yahoo Conference dari kantornya masing-masing. Dari diskusi itulah kemudian tercetus ide perlunya web khusus yang menampilkan informasi terkait bencana tsunami di Aceh. Berikut ini petikan diskusinya:…
Penulis:
Sugeng Wibowo lebih terkenal sebagai Susee. Lahir di Indramayu, 21 April 1978. Sejak kuliah di Fakulas Elektro Universitas Brawijaya Malang, Susee sudah terbiasa mengelola website, mulai dari situs resmi Universitas Brawijaya hingga situs komunitas dan pemerintahan. Susee menetap di Jakarta dan menghabiskan waktu sebagai perancang situs. Dia bisa dihubungi melalui e-mail di sugeng@airputih.or.id atau blog pribadinya di http://susee.myindo.net.





Wartawan Tempo sejak 1998. Menjelajah berbagai desk, antara lain ekonomi, nasional, kesehatan, sains, gaya hidup, dan investigasi. Sejak Januari 2009 ditugasi menjadi Direktur Eksekutif Institut Tempo, sebuah lembaga yang dicita-citakan menjadi pusat pengembangan jurnalistik di Indonesia. Lulusan Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tahun 1996. Setelah lulus kuliah, bergabung dengan Majalah Warta Ekonomi (1996) sebagai staf riset dan kemudian menjadi reporter di majalah Panji Masyarakat (1997).