Dari Riza yang ingin ikut lomba menulis “Gampong”
Salam kenal Ibu Mardiyah, saya seorang peserta pada pelatihan “Menulis Aceh di Internet” yang beberpa hari diselenggarakan di Aceh dan Ibu sebagai salah satu pematerinya.
Pada kesempatan ini saya mohon beberapa masukan dari ibu, dalam hal ini saya berencana mengikuti lomba menulis tentang “GAMPONG” yang diadakan di Aceh dalam beberapa hari ini dengan topik “PENDEKATAN PEMBANGUNAN YANG BERBASIS GAMPONG”.
Karena masih terbatasnya ilmu dan pengalaman yang saya miliki tetapi saya ingin mencoba kemampuan saya dalam menulis pada kesempatan ini saya ingin beberapa hal.
Ketentuan penulisan memenuhi unsur standar penulisan jurnalistik ( 5 W + 1 H), bentuk tulisan indept reporting, opini, features, hasil investigasi /hunting penulis. Yang ingin saya tanyakan bagaimana contoh untuk memenuhi unsur dan bentuk ketetuan tersebut menurut topik diatas?
Bagaimana maksud dari alur penulisan diksi dan standar media serta referensi dan data yang bagaimana yg saya perlukan?
Satu lagi belanja bahan-bahan apa saja yang saya perlukan menurut topik diatas.
Mohon maaf jika saya banyak tanya dan mengganggu waktu Ibu Mardiyah.
Terima Kasih banyak sebelumnya.
Wassalam
Afzaloer Riza
Wa’alaikum salam wr.wb,
Halo Riza,
Terimakasih sudah mengikuti pelatihan kemarin. Saya jawab pertanyaan Riza di situs ini supaya teman-teman lain bisa turut mengikuti diskusi dan kita bisa belajar bersama.
Oke, tema tulisan yang dilombakan adalah “Pendekatan Pembangunan Berbasis Gampong”. Tulisan berupa features, hasil investigasi, atau indepth reporting (laporan mendalam).
Nah, apa yang harus dilakukan?
1. Tema tulisan tersebut mengharuskan Riza mencari gagasan dulu yang bisa mewakili tema besar yang diharuskan panitia. Silakan jalan-jalan ke gampong yang habis dihantam tsunami dan kemudian bangkit dengan metode pembangunan partisipatif. Carilah di wilayah dampingan NGO, misalnya Yayasan Rumpun Bambu, Uplink, dan lain-lain. Kalau Riza membaca buku saya, simak di bab 21 tentang Desa Lamseunia, Leupung. Bab tersebut adalah contoh bagaimana sebuah gampong bangkt setelah tsunami dengan pendekatan partisipatif
2. Setelah ketemu gampong yang akan ditulis, Riza tentukan angle (sudut pandang) tulisan. Misalnya : Bagaimana Pak Keuchik Gampong XYZ memimpin masyarakatnya membangun desa yang hancur karena tsunami dengan pendekatan partisipatif?
Masih ingat, toh, soal angle? Silakan bereksperimen mencoba berbagai kemungkinan sudut pandang. Jangan lupa, rumuskan dalam kalimat tanya. Bisa dicoba sudut pandang lain, misalnya dari sudut pandang si aktivis NGO yang mendampingi, atau dari sudut pandang perempuan di desa itu yang senang dengan keadaan kampungnya sekarang yang dibangun dengan pendekatan partisipatif.
3. Setelah ketemu angle, coba rumuskan outline atau kerangka tulisan. Susunan outline dibuat sedemikian rupa untuk menjawab pertanyaan yang disodorkan dalam angle.
4. Usai menyusun outline, tentu saja belanja bahan. Riza harus mewawancarai penduduk, pak keuchik, dan sumber-sumber lain yang sudah dirancang melalui outline. Tidak tertutup kemungkinan, dalam perjalanan mewawancara seseorang akan muncul sumber lain yang juga menarik untuk ditanyai.
5. Lengkapi wawancara dengan riset internet, tanya wikipedia, google, cari data-data yang terkait dengan pembangunan partisipatif.
6. Setelah belanja bahan, tahap selanjutnya, ya, menulis. Urutan penulisan disesuaikan dengan kerangka yang sudah kita buat tadi. Tapi, jangan kaku. Boleh jadi kerangka tulisan berubah sesuai perolehan reportase dan wawancara di lapangan.
7. Sunting tulisanmu, lihat lagi, cek apakah ada logika yang keliru, apakah ada asumsi yang tidak berdasar data, apakah ada ejaan yang salah, dan lain-lain.
8. Dengan begini, Riza sudah menulis laporan yang dalam. Tidak sekadar opini diri sendiri tapi sudah berdasar liputan dan riset.
Selamat menulis dan berlomba.

















Wartawan Tempo sejak 1998. Menjelajah berbagai desk, antara lain ekonomi, nasional, kesehatan, sains, gaya hidup, dan investigasi. Sejak Januari 2009 ditugasi menjadi Direktur Eksekutif Institut Tempo, sebuah lembaga yang dicita-citakan menjadi pusat pengembangan jurnalistik di Indonesia. Lulusan Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tahun 1996. Setelah lulus kuliah, bergabung dengan Majalah Warta Ekonomi (1996) sebagai staf riset dan kemudian menjadi reporter di majalah Panji Masyarakat (1997).
Wah, bimbingan menulis yang cukup komprehensif. terima kasih mbak, banyak ilmu yang bisa saya petik dengan mengunjungi blog ini. semoga banyak posting terbaru tentang tutorial menulis di situs ini. sukses ya mbak!
terimakasih, Taufik.
Salah satu cara untuk memperbanyak posting tutorial adalah mengajukan pertanyaan kepada saya. Insya Allah saya usahakan untuk menjawabnya. Sukses juga buat Taufik.
wah…….saya senang banget dapat ilmu dari mbal!!!
karena saya juga lagi bingung ne mau mulai dari mana untuk menulis tentang gampong…saya juga kepingin banget bisa sukses dalam mengikuti lomba kali ini…dan tentunya saya memerlukan banyak bimbingan…terim kasih banyak mbak ya….
assalam,
kakak,untuk konsultasi semacam ini kemana kirimnya?