Kompetisi Esai “Nasionalisme Di Mata Saya”
Nasionalisme dan kepemimpinan hanyalah kata-kata kosong sampai kita mengisinya dengan gagasan, sikap kritis, pengalaman, harapan. Sebagai individu, juga sebagai bagian dari bangsa, masing-masing kita memiliki tafsir yang khas atas kedua konsep besar itu.
Kompetisi Esai untuk Mahasiswa 2009 “MENJADI INDONESIA”, kerja sama Tempo Institute dan Sekretariat Dewan Ketahanan Nasional, ini digelar dalam rangka memperingati delapan windu Indonesia merdeka.
Kompetisi ini adalah sebuah ikhtiar membuka kran penafsiran gagasan nasionalisme dan kepemimpinan di kalangan kaum muda. Kaum muda, dari berbagai latar belakang budaya dan agama, lebih dari siapa pun, memiliki hak untuk mengubah dan menentukan Namun, kurangnya keahlian dan kesempatan membuat kaum muda kerap terasing dari proses kemasyarakatan.
Bagaimana kamu menjadi bagian dari masyarakat yang aktif membangun demokrasi? Apa artinya menjadi warga negara bagimu? Bagaimana kamu menyampaikan pendapat, membuka saluran ekspresi, dan mendorong partisipasi masyarakat untuk membenahi persoalan yang ada di lingkunganmu?
Pastikan memulai esai Anda dengan menggambarkan situasi lokal di wilayahmu, juga mengeksplorasi gagasan orisinil yang dilakukan kaum muda dalam membenahi kondisi daerah.





Wartawan Tempo sejak 1998. Menjelajah berbagai desk, antara lain ekonomi, nasional, kesehatan, sains, gaya hidup, dan investigasi. Sejak Januari 2009 ditugasi menjadi Direktur Eksekutif Institut Tempo, sebuah lembaga yang dicita-citakan menjadi pusat pengembangan jurnalistik di Indonesia. Lulusan Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tahun 1996. Setelah lulus kuliah, bergabung dengan Majalah Warta Ekonomi (1996) sebagai staf riset dan kemudian menjadi reporter di majalah Panji Masyarakat (1997).