Peran dan Kualifikasi Tenaga TI di Daerah Bencana

Ombak tsunami bukan hanya melumat gedung-gedung, tapi juga membungkam seluruh kabar tentang Aceh. Sarana telekomunikasi dan listrik hancur. Karyawan Telkom dan PLN ikut menjadi korban. Arus informasi terputus. Kita dan warga dunia terlambat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di tanah bencana tersebut.

Kalangan media memang berhasil mencapai ground zero dalam waktu singkat. Namun tanpa sarana telekomunikasi, mereka tak bisa berbuat banyak. Pengiriman data terbentur tembok. Data teks, gambar, video harus dikirim (secara fisik) ke Medan, sebelum dapat disebarkan ke seluruh dunia.

Pada umumnya, kalangan media telah berbasis teknologi digital, sehingga transmisi data elektronik merupakan kebutuhan standar. Kendati demikian, tak semua perusahaan pers mampu menyediakan fasilitas liputan langsung dari lokasi karena investasi dan biaya operasionalnya mahal…

Penulis:

Muhammad Salahuddien Manggalany
lebih akrab disapa Pataka atau Didin. Lahir di Malang, 22 Mei 1971. Lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Nasional Malang itu kini tengah menyelesaikan tesis pasca sarjana pada Manajemen Pemasaran di Universitas Muhammadiyah Malang. Pendiri dan penggiat Indonesia Wireless LAN Internet Association  (IndoWLI) serta Presidium Nasional Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari). Didin tinggal di Jakarta dan bisa dihubungi melalui e-mail aku@pataka.net. Situs pribadinya ada di www.pataka.net.

Unduh Peran dan Kualifikasi Tenaga TI di Daerah Bencana



Comments 1

Peran dan Kualifikasi Tenaga TI di Daerah Bencana

  1. 1

    disinilah letak peran dari pihak pemerintah untuk bisa membangun sinergi dan efektifitas yang baik untuk para IT dimana pun dan kapan pun saja!



Your Comment