Pada Awalnya Adalah Gagasan
Tutorial menulis ini saya awali dengan menjawab pertanyaan yang paling sering diajukan teman-teman. Model tutorial, supaya lebih komunikatif, saya terapkan dalam formula Q & A (question and answer). Mudah-mudahan dengan cara begini tidak timbul kesan menggurui. Saya juga masih dan terus belajar menulis, kok.
Q : Bagaimana mengawali sebuah tulisan?
A : Ya, mulai saja. Just do it, kata merek sepatu Nike. Awal dari sebuah tulisan, apa pun itu, adalah : gagasan atawa ide. Semua tulisan membawa ide yang ada di dalam kepala kita untuk disampaikan kepada para pembaca. Yang penting adalah ide, ide, ide, dan ide. Begitu ketemu, langsung tulis. Bisa dengan diketik di komputer atau tuliskan di lembaran kertas.
Sumber ide bisa datang dari mana saja. Rajin-rajin belanja ide, dengan membaca novel, menonton film, mendengar musik, tentu sangat membantu.
Bagi teman-teman di Aceh, kedai kopi yang ada nyaris di setiap sudut jalan adalah sumber gagasan yang dijamin tak pernah kering. Bayangkan, ratusan orang berkumpul di sana setiap hari. Orang-orang ini bertukar kabar, saling menyapa, dan bertukar informasi. Kita bisa mengulas beragam topik dari keriuhan kedai kopi. Kita akan membahas lebih rinci dalam pembicaraan mengenai angle dan organisasi ide nanti.





Wartawan Tempo sejak 1998. Menjelajah berbagai desk, antara lain ekonomi, nasional, kesehatan, sains, gaya hidup, dan investigasi. Sejak Januari 2009 ditugasi menjadi Direktur Eksekutif Institut Tempo, sebuah lembaga yang dicita-citakan menjadi pusat pengembangan jurnalistik di Indonesia. Lulusan Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tahun 1996. Setelah lulus kuliah, bergabung dengan Majalah Warta Ekonomi (1996) sebagai staf riset dan kemudian menjadi reporter di majalah Panji Masyarakat (1997).