Kerikil Tajam di Tanah Nanggroe
Pembangunan rumah korban tsunami terhambat pungutan liar. Ada uang assalamu alaikum sampai ratusan juta.
MARI bertandang ke Lampuuk, Aceh Besar, pedesaan sejuk sekitar 10 kilometer dari Banda Aceh. Kembang cengkeh dan buah pala merapati perbukitan. Pantai berlaut teduh memagari kawasan ini. “Sudah tak kelihatan lagi bekas tsunami di kampung ini,” kata Cut Nyak Daud, 75 tahun, sesepuh Lampuuk.
Cut Nyak Daud dengan bangga menunjukkan 700 unit rumah baru yang berjajar rapi. “Cantik, kan, rumah kami,” katanya kepada Tempo pekan lalu. Genting merah, jendela dan pintu beraksen merah, membuat kompleks perumahan tipe 45 ini memancarkan kehangatan.
“Orang Turki yang mendanai pembangunan rumah kami memang kerjanya bagus,” kata Cut Nyak Daud. Beberapa kali, menurut Cut Nyak Daud, pengawas proyek merobohkan tembok yang telanjur dibangun lantaran ketebalannya tidak sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak pembangunan rumah.
Read the rest of this entry →





Wartawan Tempo sejak 1998. Menjelajah berbagai desk, antara lain ekonomi, nasional, kesehatan, sains, gaya hidup, dan investigasi. Sejak Januari 2009 ditugasi menjadi Direktur Eksekutif Institut Tempo, sebuah lembaga yang dicita-citakan menjadi pusat pengembangan jurnalistik di Indonesia. Lulusan Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tahun 1996. Setelah lulus kuliah, bergabung dengan Majalah Warta Ekonomi (1996) sebagai staf riset dan kemudian menjadi reporter di majalah Panji Masyarakat (1997).